Kecamatan Jatibarang Rabu, 28 Oktober 2026
Kaderisasi

Membentuk Entitas kuat, menjadi kemajuan

Membentuk Entitas Kuat untuk Kemajuan

Sebagai entitas yang mandiri, manusia senantiasa berupaya mengembangkan diri dengan memperjuangkan apa yang telah dicita-citakan. Semangat inilah yang tercermin dalam diri kader IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) dan IPPNU (Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama) sebagai badan otonom di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU). Setelah mengikrarkan diri menjadi bagian dari pelajar NU—sebagai gerbang awal dalam membentuk kader yang kompeten, berintuisi kuat, bertekad bulat, serta menghasilkan karya yang bermanfaat—sudah selayaknya kita berkontribusi dan berkhidmat di dalam organisasi.

Sebagaimana pesan pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh K.H. Hasyim Asy’ari, “Siapa pun yang mengurusi NU, maka ia akan menjadi muridku, dan siapa pun yang mengurusi NU, insya Allah akan meninggal dalam keadaan husnul khatimah.”

Pelajar IPNU dan IPPNU di mana pun berada, sebagai generasi penerus bangsa, sudah sepantasnya senantiasa meningkatkan kualitas diri untuk mengembangkan potensi yang ada. Di dalam organisasi, landasan utama yang harus dimiliki adalah rasa cinta terhadap IPNU-IPPNU. Organisasi ini memiliki visi dan misi yang relevan dalam memberdayakan kader melalui jenjang kaderisasi yang sistematis, meliputi Masa Kesetiaan Anggota (Makesta), Latihan Kader Muda (Lakmud), Latihan Kader Utama (Lakut), serta Latihan Kader Instruktur (Latin) dan Latihan Pelatih (Latpel).

Selain itu, pelajar NU dituntut untuk memiliki inovasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, serta entitas yang kuat—dalam artian teguh pada prinsip dan setia pada proses organisasi—demi tercapainya tujuan bersama. Di era menuju Society 5.0 ini, pelajar juga harus melek informasi dan teknologi, tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong (hoax), serta menghindari gagap teknologi.

Peran pelajar sangat krusial dalam mengembangkan masyarakat melalui pengabdian nyata, seperti melakukan riset atau penelitian di pedesaan guna melatih mental, daya nalar, dan berpikir kritis dalam memahami lingkungan sekitar. Pelajar NU juga perlu membangun jejaring dan relasi yang luas sebagai sarana distribusi kader, menghimpun kekuatan organisasi lain, serta berkolaborasi demi membangun Islam Nusantara yang berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah.

Sebagai subjek sumber daya manusia yang mumpuni, pelajar merupakan penentu kemajuan pendidikan dan peradaban bangsa. Di tangan pelajar, masa depan bangsa dipertaruhkan. Maju mundurnya suatu negara sangat bergantung pada peran dan kontribusi pemudanya.

Mari kita wujudkan masa depan yang cemerlang dengan bersatu padu membangun negeri menuju Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera. Aktualisasikan makna “Teguh pada Prinsip, Setia pada Proses” demi terwujudnya kader IPNU-IPPNU yang BERJUTA (Belajar, Berjuang, Bertakwa).