JATIBARANG – Suasana penuh khidmat dan kebersamaan mewarnai peringatan Hari Santri 2026 di Kecamatan Jatibarang. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Jatibarang bersama Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jatibarang sukses menggelar rangkaian acara peringatan Hari Santri yang dipusatkan di Masjid Al-Ittihad Jatibarang.
Kegiatan yang dihadiri oleh jajaran syuriah dan tanfidziyah MWC NU, pengurus GP Ansor beserta Banser, serta ratusan jamaah dan warga Nahdliyin ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali peran strategis kaum santri dalam mengawal kemerdekaan dan membangun peradaban bangsa.
Sinergi Kuat Warga Nahdliyin dalam Perayaan Hari Santri 2026
Peringatan Hari Santri tahun ini terasa semakin istimewa berkat kolaborasi erat di tubuh Nahdlatul Ulama Jatibarang. Dengan menggabungkan agenda bersama MWC NU, PAC GP Ansor Jatibarang hadir bahu-membahu menyukseskan jalannya acara dari awal hingga akhir.
Kehadiran para kiai, tokoh masyarakat, serta kader muda dari berbagai badan otonom (banom) NU memenuhi area Masjid Al-Ittihad. Hal ini menunjukkan solidnya barisan serta kuatnya tali silaturahmi antarwarga Nahdliyin di wilayah Jatibarang.
“Peringatan Hari Santri bukan sekadar rutinitas seremonial tahunan, tetapi sebuah pengingat akan darah dan keringat para ulama serta santri yang mendahului kita. Sinergi MWC NU dan GP Ansor Jatibarang di Masjid Al-Ittihad ini adalah wujud nyata kekompakan jamiyah kita,” ujar salah satu pengurus yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Masjid Al-Ittihad sebagai Pusat Pergerakan Umat
Pemilihan Masjid Al-Ittihad Jatibarang sebagai lokasi utama perhelatan memiliki makna tersendiri. Masjid tidak hanya diposisikan sebagai tempat ibadah mahdlah semata, melainkan kembali difungsikan sebagaimana tradisi para pendahulu—sebagai pusat dakwah, konsolidasi umat, dan titik tolak pergerakan sosial keagamaan.
Rangkaian acara diisi dengan berbagai agenda bermakna, di antaranya:
- Refleksi Sejarah: Mengenang kembali Resolusi Jihad 22 Oktober sebagai tonggak sejarah lahirnya ketetapan membela tanah air bagi kaum santri.
- Doa Bersama untuk Negeri: Memanjatkan doa keselamatan dan keberkahan bagi bangsa Indonesia, serta mendoakan para masayikh dan pahlawan nasional.
- Penguatan Ukhuwah: Mempererat ikatan kekeluargaan antarpengurus ranting, MWC NU, dan seluruh banom di Jatibarang.
Menjaga Tradisi, Merawat Jagat, Membangun Peradaban
Melalui momentum Hari Santri 2026 ini, seluruh elemen NU di Jatibarang, khususnya generasi muda GP Ansor, diharapkan untuk terus adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar tradisi kepesantrenan. Semangat jihad santri kini diterjemahkan melalui kontribusi nyata di bidang pendidikan, sosial, ekonomi, dan penjagaan keutuhan NKRI.
Acara ditutup dengan ramah tamah serta doa bersama yang dipimpin oleh para kiai sepuh MWC NU Jatibarang, membawa suasana khidmat yang menyelimuti seluruh jamaah yang hadir di Masjid Al-Ittihad.
